Melatih berfikir
MELATIH BERFIKIR
Betul. Memang kita harus melatih otak kita untuk berfikir. Karena apa? Karena kita punya akal. Sebenernya definisi akal sendiri itu apa sih? Kita harus tau dengan jelas definisinya. Ya, definisi memang penting banget, tanpa definisi kita tidak akan pernah bisa sampe kepada konsep. Karena itu definisi sama pentingnya dengan silogisme (logika berfikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pertanyaan) yang kita buat.
Dalam kamus akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu dsb), pikiran,ingatan, bisa juga di artikan sebagai jalan atau cara untuk melakukan seauatu, daya upaya, ikhtiar. Akal ,pemikiran atau kesadaran ini adalah penangkapan suatu kenyataan dengan perantaraan indera ke otak di sertai informasi sebelum nya tentang fakta tersebut yang berfungsi menafsirkan.
Misalnya aja nih, ketika pertama kali kita melihat sebuah benda, katakanlah botol. Kita pasti heran dan bingung. Yang baru pertama kali melihat benda tentu saja belum ada informasi sebwlumnya tentang benda itu. Maka kita hanya menyangka dan menebak nebak aja. Meskipun panca indra sudah memberikan informasi tentang penangkapan objek berupa botol tapi belum bisa menentukan benda itu dan fungsinya. Baru setelah kita tau dari berbagai informasi bahwa benda seperti itu namanya botol, fungsinya untuk menyimpan benda cair. Baru deh kita ngerti nama dan fungsinya. Jika sudah sampe dengan tahap ini, makan kita sudah bisa di sebut berpikir atau memiliki akal dan punya kesadaran.
Kalo otak engga dilatih untuk berpikir, di asah akalnya dan di poles kesadaranya, maka akan terhenti proses berpikir nya. Informasi yang masuk akan sesikit, jika tidak mau dikatakan terhenti. Maka, disinilah kita mulai mengoptimalkan peran akal atau pemikiran dengan melatihnya untuk berpikir.
Kenyataan atau objek itu engga sebatas benda yang bisa dilihat aja, tapi juga kepada hal hal gaib.,bisa juga mendaji objek untuk proses berpikir. Bisa menyerapnya melalui panca indra ke otak dengan disertai informasi sebelumnya dari fakta yang di indra, lalu menafsirkanya.
Itu sebabnya, cuma manusia yang bisa mengoptimalkan kemampuan otak dan akalnya untuk berpikir. Jadi engga heran juga kalo manusia mempunyai ilmu. Kalo kita melatih berpikir terus, bukan mustahil kalo kita kita menjadi pintar. Ya kan?
Betul. Memang kita harus melatih otak kita untuk berfikir. Karena apa? Karena kita punya akal. Sebenernya definisi akal sendiri itu apa sih? Kita harus tau dengan jelas definisinya. Ya, definisi memang penting banget, tanpa definisi kita tidak akan pernah bisa sampe kepada konsep. Karena itu definisi sama pentingnya dengan silogisme (logika berfikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pertanyaan) yang kita buat.
Dalam kamus akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu dsb), pikiran,ingatan, bisa juga di artikan sebagai jalan atau cara untuk melakukan seauatu, daya upaya, ikhtiar. Akal ,pemikiran atau kesadaran ini adalah penangkapan suatu kenyataan dengan perantaraan indera ke otak di sertai informasi sebelum nya tentang fakta tersebut yang berfungsi menafsirkan.
Misalnya aja nih, ketika pertama kali kita melihat sebuah benda, katakanlah botol. Kita pasti heran dan bingung. Yang baru pertama kali melihat benda tentu saja belum ada informasi sebwlumnya tentang benda itu. Maka kita hanya menyangka dan menebak nebak aja. Meskipun panca indra sudah memberikan informasi tentang penangkapan objek berupa botol tapi belum bisa menentukan benda itu dan fungsinya. Baru setelah kita tau dari berbagai informasi bahwa benda seperti itu namanya botol, fungsinya untuk menyimpan benda cair. Baru deh kita ngerti nama dan fungsinya. Jika sudah sampe dengan tahap ini, makan kita sudah bisa di sebut berpikir atau memiliki akal dan punya kesadaran.
Kalo otak engga dilatih untuk berpikir, di asah akalnya dan di poles kesadaranya, maka akan terhenti proses berpikir nya. Informasi yang masuk akan sesikit, jika tidak mau dikatakan terhenti. Maka, disinilah kita mulai mengoptimalkan peran akal atau pemikiran dengan melatihnya untuk berpikir.
Kenyataan atau objek itu engga sebatas benda yang bisa dilihat aja, tapi juga kepada hal hal gaib.,bisa juga mendaji objek untuk proses berpikir. Bisa menyerapnya melalui panca indra ke otak dengan disertai informasi sebelumnya dari fakta yang di indra, lalu menafsirkanya.
Itu sebabnya, cuma manusia yang bisa mengoptimalkan kemampuan otak dan akalnya untuk berpikir. Jadi engga heran juga kalo manusia mempunyai ilmu. Kalo kita melatih berpikir terus, bukan mustahil kalo kita kita menjadi pintar. Ya kan?
Komentar
Posting Komentar